Anggota Kelompok:
1. Syahaffath Assegaf (100533402620)
2. Wahyu Madya Pratama (100533402638)
3. Rr. Henning G. A. (10053342611)
Morfologi
Istilah Streptocccus
pertama-tama digunakan oleh
Billroth
(1874)
untuk menggambarkan bentuk coccus berbentuk rantai pada luka yang terinfeksi.
Streptococcus adalah sel yang bulat atau sferis, tersusun berpasangan atau dalam bentuk rantai, merupakan bakteri Gram positif. Streptococcus adalah golongan bakteri yang heterogen.
Semua spesiesnya merupakan bakteri non motil, non-sporing dan menunjukkan hasil
negative untuk tes katalase, dengan syarat
nutrisi kompleks. Semuanya anaerob fakultatif, kebanyakan berkembang di
udara tetapi beberapa membutuhkan CO2 untuk berkembang. Semua
spesies pada Streptococcus tidak dapat mereduksi nitrat. Streptococcus memfermentasi glukosa dengan produk utama adalah asam laktat,
tidak pernah berupa gas. Banyak spesies merupakan anggota dari mikroflora normal pada membran mukosa pada manusia ataupun hewan, dan beberapa bersifat patogenik.
Streptococcus digolongkan berdasarkan kombinasi sifatnya, antara lain sifat pertumbuhan koloni, pola hemolisis pada agar darah (hemolisis a, hemolisis b atau tanpa hemolisis), susunan antigen pada
zat dinding sel yang spesifik untuk
golongan tertentu dan reaksi-reaksi biokimia.
Streptococcus agalactiae
Streptococcus agalactiae termasuk
dalam genus Streptococcus golongan B. Bakteri ini merupakan bakteri Gram positif.
Streptococcus agalactiae merupakan
sebagian dari flora normal pada vagina dan mulut wanita pada 5-25 %. Bakteri ini
secara khas merupakan b hemolitik dan membentuk
daerah hemolisis yang hanya sedikit lebih besar dari koloni (bergaris tengah 1-2 mm). Streptococcus golongan
B menghidrolisis natrium hipurat dan memberi respons positif pada tes CAMP (Christie, Atkins, Munch-Peterson), peka terhadap basitrasin.
Subscribe