
Para petinggi Google tak mau blak-blakan menyebut kehadiran Google Chrome OS akan menjadi pesaing Microsoft Windows. Meski demikian, secara tak langsung Google menyebut popularitas browser akan menggerus penggunaan sistem operasi seperti Windows dan mengubah "permainan" di industri komputer.
Salah satu pendiri Google Larry Page, Kamis lalu menyebut sistem operasi buatan Microsoft kelak akan menjadi kuno. Hal ini akan terjadi saat semua orang lebih banyak menghabiskan waktunya di Internet menggunakan browser web.
"Apa yang kami pikirkan adalah saat Anda menggantungkan hidup di dunia online," ujar Page di Idaho seperti dilansir AP. Saat itu, kata Page, pengguna mungkin hanya butuh bisa bekerja di inernet dan tidak membutuhkan spesifikasi komputer dengan segala fiturnya.
Alasan itulah yang menjadi dasar pengembangan Google Chrome Operating System yang berawal dari browser Chrome. Sistem operasi berbasis open source ini didesain untuk menyediakan layanan online secepat mungkin, semudah mungkin, dan aman. Chrome OS akan mendukung spesifikasi hardware yang ringan seperti netbook meski ke depan tetap mendukung desktop standar.
Platform ini akan dikembangkan secara open source dan akan diberikan kepada komunitas secara cuma-cuma. Diharapkan penggunaannya akan menekan harga dan menjangkau pengguna lebih banyak lagi. "Merekalah pengubah permainan," ujar Eric Schmidt, CEO Google yang mendampingi Page.Intel Mengaku Terlibat Kerja Sama Rahasia dalam Chrome OS
Meski namanya tak tercantum dalam mitra Google dalam proyek Chrome OS, Intel mengaku terlibat. Hal tersebut dikatakan juru bicara Intel, Jumat lalu.
"Kami bekerja sama dengan Google dalam berbagai proyek termasuk ini. Kami sesekali memang merahasiakan proyek tersebut," ujar Nick Jacobs, juru bicara Intel Asia Pasifik seperti dilansir PC World. Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut bentuk kerja sama tersebut.
Posisi Intel untuk proyek Chrome OS sangat penting mengingat saat ini prosesornya menguasai 90 persen pasar komputer dunia. Namun, di sisi lain dukungan terhadap Chrome OS dilematis mengingat sebagian besar komputer berbasis Intel telah mendukung kerja sama khusus dengan Microsoft Windows.
Bahkan Intel secara khusus telah merilis proyek sistem operasi berbasis open source Linux bernama Moblin. Sistem oeprasi tersebut akan mendukung netbook generasi kedua dan perangkat bergerak yang disebut MID (mobie internet devices).
Namun, tujuan utama Intel sebenarnya satu saja yakni menjadikan platform prosesor Intel Atom menjadi pilihan semua perangkat tersebut. Apakah Windows, Chrome OS, Moblin, atau sistem operasi lainnya kelihatannya tak mejadi ganjalan bagi Intel untuk mendukungnya.
"Tujuan jangka panjang kami menyediakan hardware untuk perangkat-perangkat dengan berbagai sistem operasi... semakain banyak kompetisi akan mendorong inovasi lebih banyak dan itu baik bagi konsumen," ujar Michael Chen, direktur penjualan Intel Asia Pasifik kepada Engadget.
Yang penting ngga usah saling tonjok.
Ya-Ha!^^
Subscribe
0 comments:
Post a Comment